Untuk pertama kalinya, Safira kini berada di kamar Daffin, luas dengan design aesthetic yang di d******i dengan warna abu-abu, putih, dan juga hitam. Aroma khas Daffin wangi maskulian memenuhi ruang kamar. Safira merasa Daffin sedang berada bersamanya, ia menghirup kuat aroma kerinduan, padahal baru beberapa jam yang lalu di tinggalkan, sedangkan masih ada waktu sehari semalam atau lebih untuk tidak bertemu dengan Daffin. "Nyonya, mau saya bantu membereskan semua barangnya." tanya Mimi, membuyarkan khayalan Safira yang tengah berdiri dekat pintu masuk. Agus pun tengah berada di belakang Mimi, mereka berdua baru saja mengangkat semua barang-barang milik Majikannya ke ruang kamar. "Nggak usah. Nggak apa-apa, biarin aku aja yang beresin semuanya sendiri." ucap Safira membalikan badannya da

