Aku adalah perempuan bodoh. Ya, Aku memang bodoh. Karena berpikir jika kau akan melihatku. Menghilangkannya dari hatimu dan menggantikannya denganku. Namun, apa yang kuharapkan hilang sekejap mata, tak menjadi keabadian nyata. Kau selalu melihatnya, di hatimu hanya ada dia. Tak ada tempat untukku, karena kamu memutuskan untuk membuangku. -Meisei- *** "Grigorii~." Meisei memanggil sebaris nama sekali lagi berharap lawan bicaranya segera menjawab. Tapi tak ada siapapun disini. Dia sendirian. Dia ditinggalkan. Pikirannya kembali berlalu ke waktu sebulan sebelum perceraian mereka digelar. Ustin datang tanpa lelah membawa surat perceraian untuk dia tanda tangani. Kegigihan Grigorii untuk mengusir dirinya membuat Meisei menggila. Hingga tiba dititik dimana dia mengajukan sebuah syarat gil

