"Kenapa kau begitu egois?" Pertanyaan itu menghantuinya selama setahun terakhir, dan kini pertanyaan itu kembali terajukan, bukan oleh dirinya sendiri melainkan oleh pria yang telah menikahi mantan istrinya. Tidak seperti dulu, kini ia memiliki kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu. "Karena aku begitu bodoh," akunya sedikit meringis. Pria berambut blonde gold di depannya mendengus. "Iya itu tak perlu diragukan lagi." "Hei, kau tidak bisa menjaga mulutmu ya." Grigorii lantas mendelik sebal. Meskipun itu diakui oleh dirinya sendiri. Tapi ketika Leivh mengiyakan dengan mudah. Rasanya dia tak bisa terima juga. Leivh kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi, matanya tak lepas dari Grigorii. Lebih tepatnya dia tak bisa untuk tidak mencurigai adanya tujuan dibalik tindakannya har

