Beberapa buku bertumpuk, pun dengan kertas putih kosong yang tersebar diatas meja. Pulpen putih ditangannya senada dengan gaun yang dia kenakan. Rambutnya yang panjang tergerai beberapa hingga menutupi kertas yang sedang berada dalam jangkauannya. Visualisasinya begitu indah dan nyata. Namun seseorang yang mengawasinya tidak terpesona. Grigorii tak puas tatkala melihat tulisan tangan Meisei yang jauh daripada ekspektasinya. Raut muka itu baru pertama kali Meisei lihat dan tentu saja dia dibuat gugup. Sejak kepulangan mereka dari rumah ayah Grigorii. Suaminya itu tiba-tiba menyuruhnya untuk belajar. Untuk sesuatu yang tak pernah dia lakukan seumur hidup. Belajar menulis, membaca, menghitung, dan menghafal bukanlah perkara mudah. Pria itu memintanya menguasasi setiap dasar dalam satu hari da

