Cinta datang dengan cara yang tak terduga. Definisiku terhadapnya untuk pertama kali dalam hidupku. Cinta itu datang secara bertubi-tubi, berkali-kali meskipun aku telah memilikinya. Meskipun dia telah kupinang dan menjadi istriku. Aku masih terus merasa jatuh cinta padanya. Setiap mata kami bertemu tubuhku kaku, aku akan kehilangan apa yang ada dalam pikiranku. Sebab matanya yang indah mampu dengan segala cara menenggelamkanku dalam pesonannya. Dia istriku, Lidya. Perempuan sederhana yang mampu membuatku jatuh dalam rasa ketamakan parah sebagai seorang pria. Terlalu kuat. Teramat serakah untuk memilikinya. “George kenapa kamu memandangku seperti itu ?” dia tersenyum seraya mengelus perutnya yang semakin membuncit. Aku hanya bisa memberinya sunggingan kecil dibibirku sebelum kemudian me

