My Wife BAB 3 Familly

1462 Words
Happy Reading....... ***** @Home . At Morning Pagi . 06.15 Jakarta Aku merasakan ada seseorang yang berdiri di sisi ranjangku. Ah aku rasa seorang pria karena dia memakai jas dan pakaian casual serba hitam, aku membuka sedikit mataku untuk mengumpulkan kesadaran ku . Aku sempat berfikir untuk apa Seorang Pria berada di kamarku, atau jangan jangan dia malaikat maut yang ingin mencabut nyawaku haaaaa astaga aku bahkan belum memiliki anak dan belum menemukan sosok pria yang kucintai , Astagaaaaaaaaaa Ya tuhan kenapa hidupku seperti ini tapi tunggu astaga Sherill sadarlah kau hanya berhalusinasi ucapku dalam hati kemudian menyadarkanku . Aku pun menengok ke arahnya ,Kalian tau siapa pria itu ternyata suamiku sendiri Sandrevano . Haish memalukan aku rasa mulai besok aku harus berhenti menonton drama yang terdapat malaikat maut didalamnya , karena semenjak menonton aku selalu berhalusinasi bahwa ketika seorang pria berjalan dengan pakaian serba hitam dia adalah malaikat maut ckkkk memalukan . "Ah Ada Apa??." ucapku dan kemudian merubah posisi ku menjadi duduk . Kulihat dia hanya tersenyum sambil memperhatikan ku yang sedang mengucek mataku .Tak lama kemudian ia menyodorkan ponselnya padaku. " Ibumu menelfon." ucapnya . " Ibu ku ???." ucapku padanya dengan tatapan heran kenapa Ibu bisa meneleponnya ..... aku berfikir sejenak dan ingatanku kembali berputar pada 2 hari yang lalu saat Handphone ku terjatuh dan Rusak. Kulihat ia hanya mengangguk "Bicaralah."Ucapnya dengan memberikanku ponselnya. "Halo bu."Ucapku di telfon. "Yakkkkkkkk kau kemana saja Adik kecil , dan kenapa handphonemu mati astaga kau benar benar aku susah menghubungimu , apa kau sengaja tidak ingin mengangkatnya .Kau tau Ibumu dari kemarin cemas padamu dan ini menyusahkanku , dia selalu saja memintaku menelfon mu dan menyuruhmu datang , tapi handphone mu tidak pernah aktif haish kau benar benar.”Ucap seseorang padaku dengan panjang lebar Astaga kalian tau .siapa yang berbicara panjang lebar ini ,ya dialah pria titisan setan ia sanga pemarah yang ketika marah akan terlihat seperti bibi-bibi pedagang di pasar bahkan bisa sampai melebihi, ya dialah Dimas Pria paling tampan menurutnya seorang, dia adalah keponakan Ibuku. terkadang aku mengaggumi ketampanannya tapi tidak dengan sifatnya karena sifatnya seperti setan. "Sudah selesai berbicaranya kalau sudah berikan ponselnya pada Ibu ku aku ingin bicara padanya “ Ucapku dengan santai. "Ohhhhhhhh lihat astaga kau memerintahku sekarang Untung kau tidak ada di sini kalau ada sudah ku cekik kau hingga mati.” Ucapnya dengan nada tinggi. Astaga pria ini benar benar pantas saja sampai sekarang dia belum mempunyai Kekasih kalau sudah aku kasihan dengan kekasihnya kelak . "Ya baiklah cekik saja aku kalau aku mati, maka orang pertama yang akan kudatangi adalah kau untuk meminta pertanggung jawaban." ucapku masih dengan nada santai. " Haish kau benar benar bibi ini putri kesayangan mu." ucapnya . Akhirnya dia memberikan ponselnya pada ibuku karena sekarang kuping ku ini sudah sangat pengang mendengarkan ocehannya . "Halo sayang."ucap ibuku Ah ibuku aku rindu padanya . " Halo Bu, aku merindukanmu." ucapku " Ibu juga sangat merindukanmu sayang, kapan kamu datang kerumah, kalau datang jangan lupa ajaklah Sandrevano ya." Ucapnya padaku. "Ah hari ini dan besok kebetulan aku libur kalau begitu nanti siang aku akan datang.“ Ucapku "Bagaimana dengan Sandrevano???." Tanyannya .Tiba tiba saja dia mendekat ke arahku dan berbicara pada ibuku . "Aku juga akan datang tapi agak sore mungkin, karena aku harus ke kantor terlebih dahulu tidak apa apa kan Bu." Tanyanya pada Ibuku. Astaga dia membuatku kaget dengan jarak sedekat ini . "Ah tidak apa apa San, kau bisa datang aja sudah membuatku Ibu sangat senang." ucap ibuku di sebrang telfon. kulihat ia hanya tersenyum kemudian menjauhkan kepalannya dan kembali berdiri dengan tegap. "Ah kalau begitu sudah ya Nanti siang aku pulang Bye Ibu sampai jumpa nanti." Ucapku menyudahi percakapan kami karena ponsel ini bukan miliku jadi aku harus mengembalikannya, aku menyerahkan ponselnya kembali kepadanya dan bangkit dari tempat tidurku. "Baiklah jangan lupa datang, Ibu menunggumu sayang." ucapnya Kemudian sambungan terputus. Aku pun mengembalikan ponsel padanya . "Apa kita mau pergi bersama." tanyanya padaku. " Apa." ucapku padanya . " Kerumahmu." ucapnya dengan menatapku. "Oh Kau menyusul saja bagaimana ,nanti siang aku pergi duluan.“ Ucapku yang kemudian bangkit dari tempat tidurku untuk bersiap. " Ah begitu. Baiklah aku akan menyusul aku berangkat." ucapnya padaku . "Baiklah Hati hati di jalan."Jawabku. Pov . @Sandrevano. Kenapa jantungku berdetak sangat kencang .Astaga jangan katakan kalau aku jatuh cinta padanya .Astaga Sandrevano sadarlah kau sudah punya Wulan, ingatlah akan hal itu. Haish ada apa denganku. Pov.. @Home Sherill Pov. Aku tiba di rumahku ah senangnya aku kembali datang kesini, Aku pun melangkah mendekati pintu . Tak lama kemudian pintupun terbuka dan menampakan seorang pria paruh baya yang memakai setelan serba hitam dia adalah asisten pribadi Ayahku Pak Kirman. " Mba Sudah datang ayo masuk." ucapnya sambil tersenyum ramah padaku . Aku pun membalas dengan senyuman kemudian masuk ke dalam untuk bertemu Ibu ku. "Bu." ucapku ketika melihatnya sedang membaca majalah di ruang tengah . " Oh sayang sudah sampai." ucapnya kemudian bangkit dan langsung memelukku. " I Miss You Honey.”Ucapnya padaku. " hahahaaha Miss You To." ucapku padanya . "Apa kamu lelah hm." Tanya Ibuku padaku . Aku hanya mengangguk. Dan kalian tau jarak dari jakarta ke Rumah ku sangat jauh dan itu membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai kesini. " Bu kalau begitu aku kekamar dulu ya aku akan mengistirahatkan tubuhku sebentar saja. " ucapku pada Ibuku . "Yasudah istirahat lah dulu." Ucapnya. Akupun menaiki tangga dan berjalan ke kamarku .Aku sangat rindu pada kamarku kebetulan kamarku memang bersebelahan dengan kamar Johan. Sesampainya di kamar aku langsung merebahkan diriku dan mulai tertidur. Johan..................sejak menikah Dia tidak pernah pulang kerumah,karena Oma adalah alasan nya untuk tidak pulang ke rumah ia tak pernah menyetujui pernikahan kakak laki-lakiku karena wanita yang ia nikahi tak setara atau sebanding dengan keluarga kami jadi ia sangat benci padanya. Pov . @Sandrevano . Akhirnya sampai juga di kediaman keluarga Sherill. Aku pun keluar dari mobilku dan langsung menuju kedalam rumah . Aku rasa keluarga Sherill berkumpul semua disini karena di ruang makan ,terdapat banyak sekali orang Aku rasa tidak ada yang menyadari keberadaanku ,sampai tiba tiba ibu mertuaku menoleh ke padaku dan tersenyum. "ah Sandrevano kamu sudah sampai ayo bergabung bersama "ucaIbu mertuaku padaku . "Ah ya." ucapku yang kemudian duduk disàlah satu kursi yang kosong . Kami semua sudah berkumpul di meja makan .kecuali 1 orang yang dari tadi aku selalu mencari keberadaannya ya dialah istriku Sherill. Tapi tak lama sosoknya muncul dan kemudian bergabung bersama kami dia sangat cantik , bahkan selalu cantik walau hanya memakai baju rumah biasa , aku rasa bukan aku saja yang terpesona tapi para Pria di sini yang kuperhatikan tidak pernah melepaskan tatapannya dari arah istriku Ah apa aku barusan menyebutnya sebagai istriku wah itu sangat memalukan . Pov End @Sherill Home. " Ayo kita mulai makan malamnya." ucap Ayah Mertuaku. @Sherill. Aku bergabung untuk makan malam dan kulihat Sandrevano sudah ikut bergabung , aku duduk tepat dihadapannya aku akui hari ini dia begitu tampan .memalukan "Hei iblis betina yang paling cantik." Aku rasa ada yang memanggilku, yah siapa lagi yang memanggilku dengan iblis betina kalau bukan Pria titisan setan itu . "Apa, apa kau merindukanku?." Ucapku sesantai mungkin. "Ckkkk Jangan Harap, Kau apakan ponselmu itu ha, Aku sampai susah menghubungi mu Ckkkk.“ucapnya "Handphoneku Rusak karena terjatuh, kalau kau tidak ingin di buat repot oleh Ibuku maka belikan aku ponsel baru." ucapku . "Astaga, kau fikir aku suamimu kenapa minta padaku, pergi dan mintalah saja pada suamimu untuk dibelikan ponsel baru." ucapnya dengan tatapan datarnya padaku. "kenapa memangnya kau kan saudara ku tidak ada salahnya aku meminta padamu dasar pelit, kikir kalau tidak ingin membelikannya jangan banyak berkomentar, membuatku pusing saja."Ucapku padanya dengan santai. "Kau benar-benar, bagaimana bisa ada wanita sepertimu setidaknya aku akan percaya kalau suamimu mau menikahimu karena kecantikanmu tapi aku sangsi kalau ia melihat sifatmu yang seperti iblis betina dan sangat sangat-sangat menyebalkan dan selalu menyusahkanku dan selalu membuatku ingin berdebat denganmu. “Ucapnya marah . "Bicara saja sesukamu dan aku tak mau perduli akan hal itu, aku bahkan akan berpura-pura tak mendengarmu." Ucapku kulihat ia masih menatapku dengan sangar dan aku hanya meresponnya dengan acuh. "Haish kalian mulai lagi, mau sampai kapan kalian akan seperti ini, jika bertemu sudah pasti akan berdebat, apa kalian tidak malu dengan pasangan kalian lihatlah kearah mereka?."ucap ferdi kakak sepupuku yang lain. Dan aku menatap.Sandrevano yang sedang menatapku dengan senyumnya. aku malas meladeninya dan aku memilih untuk diam dan tak mau meresponya lagi karena aku tak mau terjadi hal-hal yang tak di inginkan dan berimbas pada keluargaku dan yang lain karena kami sudah sama sama dewasa, tapi tunggu aku rasa hanya aku saja yang dewasa tapi tidak dengan dia pada kenyataannya pria di depanku yang sedang menatapku tajam masih bersikap kekanakan. Pantas saja ia tak punya pacar ckkkkkkkkkkkkkkkkkk. Aku kalau ditawari menjadi pacarnya saja, aku akan menolaknya secara kasar karena ia begitu membuat jengkel setengah mati. Tbc.........
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD