“Ada apa ya Pak?” kata suster yang tergopoh-gopoh berlari memasuki ruang rawat. “Papa saya tangannya bergerak, dia menggenggam tangan istri saya,” ucap Anka. “Baik Pak saya panggil dokter, Bapak bisa mundur biar saya cek semuanya,” ucap suster. "Suster! Dokter!" "Papa saya bergerak! Jari Papa saya bergerak!" Bukannya mundur seperti perintah suster, Anka seperti anak kecil yang tak bisa dilarang, dia masih bicara tentang jemari papanya dan tak beringsut dari sisi ranjang papa tercinta. “Mohon Bapak dan Ibu keluar dulu ya biar kami cek,” kata dokter Jagat yang baru tiba. Sebelum Ina terpekik karena tangan papanya bergerak memang Anka jelas melihat pergerakan jemari papanya. Anka mengerjap, matanya mengerling ke arah wajah ayahnya, ingin memastikan, apa ada perubahan pada wajah sang

