Gio membuang napas ketika kakinya menjejaki lantai rumah Rahardian setelah menghabiskan waktunya selama lebih dari lima jam di dalam pesawat. Sebelah tangannya menarik koper besar berisi perlengkapannya selama syuting di Jepang. Kaki Gio bergerak masuk tanpa menyadari ada satu mobil asing terparkir di sebelah mobil papinya. Alisnya menyatu ketika sayup-sayup mendengar pembicaraan beberapa orang di ruang keluarga. Hal yang jarang terjadi karena biasanya mereka akan mengobrol seusai makan malam. Langkahnya terhenti saat masuk ke ruang keluarga begitu melihat seseorang yang tak pernah ia sangka akan ada di sini. Seseorang yang berambut pendek sebahu dan berkulit putih bersih. Napas Gio tertahan begitu netra mereka bertemu. Waktu seakan terhenti digantikan dengan flashback beberapa bulan lal

