Alis Grace menaut dalam tidurnya, terusik oleh bel apartemen yang beberapa kali dibunyikan. Perlahan kelopak matanya terbuka karena suara itu tak kunjung berhenti, sekilas Grace melirik keluar. Matahari belum terlihat menampakan sinarnya di luar, tapi siapa yang bertamu di jam dua dini hari seperti ini? Apalagi hujan deras sedang mengguyur bumi. Tak mau membuang waktu untuk berspekulasi sendiri, Grace membereskan rambutnya yang sedikit berantakan dan bergegas menuju pintu dengan langkah terseok. Matanya sedikit melebar begitu melihat sosok Lionel di interkom. Ada apa? Lionel yang kala itu menggunakan kemeja hitam langsung menoleh begitu Grace membuka pintu. Sorot matanya tajam dan memancarkan begitu banyak emosi. Sekilas, Grace merasa sedih ketika netranya terkunci pada manik mata Lionel.

