Embun terlihat salah tingkah setelah mendengar perkataan kakak iparnya, ia memutus kontak mata dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Nisa malah semakin menggodanya. "Kenapa Bun? Bukannya kamu khawatir sama dia? Kan tinggal nanya langsung." "Ke-kenapa aku harus nanya sama dia, Kak?" Setelah mengatakannya dengan gugup, Embun perjalanan masuk ke dalam rumah lebih dulu. Sementara Nisa, ia menatap punggung adik iparnya yang semakin menjauh dan dia bisa melihat bahwa Embun masih memiliki perasaan terhadap Rudi, mantan suaminya. "Entahlah, bagaimana takdir akan berjalan ke depannya. Tapi, aku selalu mengharapkan kebahagiaan kamu, Bun." Nisa berucap dengan lirih, ia mengharapkan kebahagiaan Embun, entah dengan siapapun itu. Tapi yang jelas, Nisa selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Hati Em

