"Aku ingin pernikahan kita dibatalkan." Kata-kata yang terlontar dari bibir calon suaminya, masih berusaha untuk dicerna oleh Embun. "Mas, kamu ngomong apa sih? Ini masih pagi dan kamu udah bercanda kayak gini." Embun tersenyum, dia berpikir bahwa kata-kata Langit adalah sebuah candaan. Akan tetapi, raut wajah pria itu tidak menunjukkan kalau dia sedang bercanda saat ini. "Aku serius Bun. Aku tidak ingin meneruskan pernikahan kita. Kita batalkan saja," ucap Langit tanpa melihat wajah Embun sama sekali. Bak disambar petir di siang bolong, Embun tidak mengira kata-kata itu akan keluar dari Langit untuknya. Pria itulah yang masuk lebih dulu ke dalam hidupnya dan menawarkan sebuah pernikahan kepadanya. Lantas, kenapa tiba-tiba saja Langit ingin membatalkan pernikahan mereka. Bukankah harus

