Chapter 02

706 Words
Naga itu, kembali menyemburkan api, dan terbang menuju lubang Dannato. Kei membuka kedua matanya pelan, ia menatap sebuah naga besar yang berada dihadapannya. "A-apa ini?," tanya Kei, yang wajahnya terlihat benar-benar kecil, dibandingkan wajah naga tersebut. "Hormat Ratu," ucap naga itu, menundukkan tubuhnya, dihadapan Kei. Kei membulatkan kedua matanya, "ka-kamu bisa berbicara?," tanya Kei, memastikan. "Bisa, namun hanya kamu, yang bisa mengerti ucapanku, aku telah menunggu Ratu, selam ribuan tahun," ucap Sang Naga. "Untuk apa?," tanya Kei, memundurkan satu langkahnya, menjauh, dari naga itu. "Aku membutuhkan kekuatan Ratu, untuk menyentuh ketiga telur naga, yang ada dibelakang Ratu, telur itu dikutuk, oleh tujuh Pangeran, sehingga, mereka tidak bisa menetas, hingga sekarang," ucap Naga tersebut, membuat Kei langsung menoleh kebelakang. Kei menatap tiga telur putih, dengan sedikit corak cokelat. Kei mendekatkan tangannya ke telur pertama, ia tidak begitu percaya, bahwa telur ini akan menetas, saat ia menyentuhnya. "JANGAN MENYENTUHNYA!," teriak Lucifer, sang iblis. "Kenapa?," tanya Kei, langsung menoleh ke arah suara itu. "Telur itu, sudah disegel! Jika kamu menyentuhnya, aku akan membunuhmu!," teriak Gelxo kedua matanya, berubah warna menjadi biru muda. Naga itu, terus menundukkan kepalanya, "saya berjanji, akan setia kepada anda. Jika ketiga telur tersebut, menetas." Ketujuh Pangeran tersebut, menatap Kei dari atas jurang. Mereka menatap tajam ke arah Kei, seakan siap membunuhnya, jika Kei menyentuh telur itu. "Sepertinya, kalian sangat takut, dengan naga ini, tapi hanya ini, satu-satunya cara, agar ada yang melindungiku, di dunia ini," ucap Kei, yang langsung menyentuh telur pertama naga itu. Krakkk... Seekor naga, bewarn hitam pekat, berjenis kelamin pria, berhasil menetas. Naga tersebut, langsung berjalan mendekati kaki Kei, dan mengelilingi tubuh Kei. "A-AKU JANJI, AKAN MELINDUNGIMU, DARI ENAM PRIA b******k INI, JADI HENTIKAN!," teriak Zurox. "Pria b******k? Maksudmu aku? Jaga ucapanmu, sebelum aku mencabut ke empat gigi taringmu," ucap Welf. "Coba saja, jika kamu berani, aku akan memotong seluruh kukumu, dengan pisau dapur," ucap Zurox, menatap tajam ke arah Welf. Naga tersebut, menoleh ke arah merek bertujuh, menatap tajam ke arah mereka. Membuat, ketujuh pria itu, langsung menutup mulut mereka rapat. "Kami akan janji melindungimu," ucap Fairo, menatap ke arah Kei. Namun Kei tahu, bahwa mereka sedang berbohong. Mereka mengatakan itu, agar mereka bertujuh, bisa aman. "Aku tidak mau, blek!," ucap Kei, sambil menjulurkan lidahnya, ke arah mereka. Kei kembali menyentuh telur kedua naga itu. Krakkk... Seekor anak naga, bewarna merah, berjenis kelamin wanita, langsung terbang dengan sayapnya, menuju ke atas kepala Kei. Kei langsung mengelus, naga merah itu pelan. "Mama," ucap naga itu, sambil mengendus kepala Kei, berusaha mencium aroma tubuh Kei. Kei tersenyum lebar, "lucu." "Lucu dari mana?! Monster tersebut, harus dimusnahkan, dari dunia ini!," ucap Fairo, menggelengkan kepalanya. "Mereka menjadi monster, karena perilaku kalian!," ucap Kei. "Apa aku harus membunuhnya, Ratu?," tanya Naga itu. "Tentu saja tidak, karena tugasku hanya menemukan sesuatu benda bukan membunuh." "Saya akan membantu Ratu," ucap Naga itu. Kei kembali memegang telur ketiga. Krakk... "Manusia sialan! Sudah kukatakan, monster itu, akan muncul," ucap Fairo, mengacak rambutnya kesal. Dimana, naga putih berkepala tiga muncul. Naga tersebut, tidaknerjenis kelamin pria. Namun semua orang di dunia ini tahu, bahwa naga terakhir, akan menjadi naga terhebat di seluruh dunia. Naga itu, mengendus tubuh Kei beberapa kali, lalu naga berkepala tiga itu langsung pergi. "Kei Xavier, jadilah istriku," ucap naga itu, membuat Kei terkejut. Kei hanya tertawa, sambil mengelus kepala naga itu. "Sesuai perjanjian, saya akan setia kepada Ratu, Ratu boleh meletakkan tangan Ratu, tepat di kepala saya. Dan perjanjian itu, akan berlaku selamanya." Kei langsung meletakkan telapak tangan kanannya, tepat di kepala naga emas, yang ada dihadapannya. "Ratu, boleh memanggil saya Dracknix, dan mulai hari ini, tidak akan ada yang berani, menyentuh Ratu." Kei merasa lega, sekaligus takut. Ia tidak tahu, apa naga itu, memang bisa dipercaya, atau tidak. "Ratu boleh, memanggilku kapan saja, dan saya, akan langsung muncul, dihadpaan Ratu." "Terima kasih," ucap Kei. Naga tersebut, langsung membantu Kei naik ke atas. "Tunggu bulan purnama, dan aku akan membunuhmu," ucap Welf, menyalakan warna matanya. Kei menelan salivanya, merasa ketakutan. Namun, ia berusaha menutupi ketakutan tersebut. "Bisakah, kalian melindungiku? Untuk menemukan sebuah benda? Selama kalian bertujuh melindungiku, aku akan berjanji, naga itu, tidak akan menyakiti kalian." "Baiklah, namun jika naga itu, membunuh salah satu nyawa dari klanku, jangan harap, kamu bisa kembali ke duniamu! Karena, aku akan membunuhmu."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD