Pandangan Richard beralih ke meja samping. Di sana, sebuah foto berbingkai perak diletakkan. Itu adalah foto lamanya bersama mendiang istrinya, Michele. Foto itu diambil di Paris, saat mereka sedang dalam perjalanan bisnis. Michele terlihat anggun, tetapi matanya memancarkan kesedihan yang tersembunyi. Richard tersenyum masam pada foto itu. "Michele. Aku tidak pernah mencintaimu, tetapi kau memberiku Julian. Aku berterima kasih untuk itu." Richard mengambil foto itu, mengusap wajah Michele dengan jari telunjuknya. "Kau juga tidak pernah mau memberiku anak kedua. Kau tidak mau ada pewaris yang sepertiku," Richard bergumam. "Tapi Vanya akan melakukannya. Dia akan mengandung cucuku. Darah Alistair." Richard mematikan layar rekaman suara. Desahan Julian dan Vanya terhenti, digantikan keheni

