"Kau belum menjawab pertanyaanku." Julian mengerjapkan kedua matanya sejenak dengan pekat. "Aku ... aku tidak menceritanya. Aku membutuhkannya untuk melahirkan pewaris keluarga Alistair. Itu kan yang Papa inginkan." Richard tak menyahut apapun, tetapi senyuman miring di sudut bibirnya nampak jelas dan dia menepuk pelan pundak ke sang anak. Lalu mereka pergi. Mobil hitam metalik melaju kembali ke kediaman Alistair. Julian duduk di belakang, bersandar ke jok, kepalanya terasa sakit. "Julian, lupakan kejadian ini sejenak. Besok, kau akan mengadakan konferensi pers di kantor pusat. Ini tentang pengumuman kerja sama kita dengan perusahaan teknologi 'Solstice Tech' di Selatan. Mereka adalah kunci untuk mengamankan jaringan kita dari serangan semacam ini." Julian mengerutkan dahi. "Solstice

