Obrolan di atas kasur

1362 Words

Julian meraih wajah Vanya, bukan dengan kelembutan, melainkan dengan cengkeraman yang tegas. Ia tidak meminta. Ia mengambil. Bibirnya menabrak bibir Vanya, ciuman itu adalah ledakan kepemilikan. Tidak ada cinta di dalamnya, hanya kemarahan, frustrasi, dan kebutuhan mendesak untuk menegaskan kembali d******i atas kekacauan emosional yang diciptakan Vanya dalam dirinya. Ciuman itu kejam, menuntut respons yang cepat. Vanya awalnya menegang, tetapi kemudian, didorong oleh adrenalin malam itu dan pengakuan kekuatan yang baru, ia balas menciumnya, membiarkan dirinya terseret ke dalam kegelapan dan kekejaman yang ada di bibir Julian. Julian tiba-tiba menarik diri, napasnya terengah-engah, matanya lebar. Ia menatap Vanya, yang bibirnya sedikit bengkak dan napasnya tidak teratur. Ciuman itu tela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD