Napas Vanya tercekat. “Lalu apa yang harus aku lakukan ?” tanya Vanya, suaranya lemah, tetapi tidak lagi memohon. Senyum tipis yang jarang terlihat terlintas di bibir Julian. Senyum seorang raja yang baru saja mengklaim tahta barunya. “Besok,” jawab Julian, membelai pipinya lembut. “Kau akan belajar bagaimana cara menjebak seekor tikus, sebelum kau menembaknya.” Vanya tidak ingat kapan tepatnya mereka meninggalkan bunker bawah tanah. Semua terasa kabur sejak ia pingsan. Ia hanya tahu, mobil lapis baja Julian membawanya kembali ke penthouse mewah di puncak Alistair Tower. Sangkar emasnya. 'Aku kembali ke tempat yang mewah dan penuh konflik. Sangkar emas,' batin Vanya. Dia langsung menuju kamar tidur utama. Ruangan itu luas, dengan jendela setinggi langit-langit yang menawarkan panoram

