Setelah mengantarkan Intan sampai di gerbang hotel, Dirga pun langsung pulang ke rumahnya. Khawatir dengan neneknya, Dirga pun tak mau sampai sang nenek menunggunya terlalu malam. Meskipun ia sudah mencari alasan untuk pulang telat malam ini, tetap saja neneknya tidak akan tidur lebih dulu sebelum melihatnya sampai di rumah. Dan benar saja, baru saja Dirga masuk ke dalam rumahnya, omah Mega sudah menghadangnya dengan berondong pertanyaan. “Jam berapa ini, Nak?” omah Mega melirik ke arah jam dinding dengan sinis. “Apakah kamu tidak punya anak buah yang bisa diandalkan, sehingga kamu yang harus turun tangan dengan pekerjaan itu? Apa kamu lupa dengan janji kamu untuk mengajak kekasihmu bertemu dengan Omah, hah?” Dirga nampak meringis sambil garuk-garuk kepala untuk mencari alasan apa lagi a

