"Eungh ...." Naya melenguh kala cahaya matahari menembus celah jendela dan menerpa wajahnya. Mata gadis itu perlahan terbuka lalu tiba-tiba terbelalak saat melihat dirinya tertidur sambil bersandar di pundak Nathan. Sedangkan cowok itu kini bersandar ke dinding dengan mata masih terpejam. Karena semalam hujan tidak kunjung berhenti tanpa sadar pasutri tersebut tidur di rumah tua tersebut. Bukannya merubah posisi, Naya justru malah dibuat termenung menatap wajah Nathan yang masih terlelap. Ketampanannya seakan mampu membuat Naya terhipnotis. Cowok dengan alis tebal, hidung mancung, dan rahang yang tegas itu membuatnya terlihat sangat tampan rupawan. Entah dorongan dari mana Naya memberanikan diri memegang wajah cowok itu. Senyuman terukir di wajah cantiknya. Diperlakukan secara baik oleh

