"Kenapa?" Naya bertanya dengan nada sedikit jutek. Pasalnya saat sedang sarapan Nathan cengengesan tidak jelas, membuat gadis itu bingung dan berpikir apakah ada yang salah dengan penampilannya. "Nggak, pa-pa. Buruan habisin sarapannya, setelah itu kita berangkat ke kampus." Selesai sarapan Nathan keluar lebih dulu dan menunggu Naya di depan rumah. Beberapa menit kemudian Naya menyusul Nathan. "Kita berangkat pake motor?" tanya Naya. Nathan mengangguk. Lagi-lagi cowok itu tersenyum yang membuat Naya kebingungan. Lama-lama wanita itu jadi geram dibuatnya. "Kakak kenapa, sih, dari tadi cengengesan gak jelas mulu?" "Sini, dekatan," perintah Nathan. Naya makin merapat pada cowok yang duduk di atas motor itu. Nathan mengeluarkan plester dari saku celananya lalu memasangkannya di leher N

