"Nyonya anda tidak bisa melakukannya" ingat pelayan kecil, dinamai Miya, yang sudah seperti ekor Aideen, mengingatkan tuannya untuk tidak memancing Koi yang berada di kolam belakang.
Tapi, apakah Aideen akan mendengarkan? Tidak mungkin.
Ia baru saja mendapatkan kiriman pancingan dari Dolby, beserta umpannya. Bagaimana mungkin ia tidak memanfaatkan kesempatan itu.
Pelayan disekitar benar-benar ketakutan. Bagaimanapun Koi itu kesayangan Rexford yang dibesarkan sendiri dengan hati-hati.
Bahkan telat diberi makan saja, seorang pelayan pernah di hukum karena amarah Rex.
"Apa yang perlu dicemaskan? Hanya seekor ikan" gumam Nyonya mereka dengan santai.
Untung saja Nyonya mereka berhenti setelah mendapat satu ikan karena ia bosan.
Aideen sebenarnya tidak tertarik memancing, hanya ingin melakukan 'saran' Dolby si dokter pribadinya yang gratis dan sangat berguna.
-
Setelah mendengar laporan itu, Rex langsung kelantai tiga.
Dari pencahayaan dari lampur tidur mirip salah satu Pahlawan game terkenal yang sering dimainkan Aideen, Hero, musik lembut yang mangalun juga sepertinya disetel khusus dari lampu tidur sebaguna itu, Rex melihat wajah tidur istrinya yang sangat nyenyak. Dia nampak sangat damai, berbeda dengan terakhir kali mereka bersama, tidur istrinya sebelumnya sangat tipis.
Bahkan setelah Rex mendekat, memanggil dan mengguncang tubuhnya, Istrinya benar-benar tidak bangun. Bahkan ketika lampu dihidupkan sekalipun, dia masih belum terjaga.
"Hei"
"Bangun"
Aneh.
Enofno sebelumnya, tidak bisa tidur dengan lampu yang tetap menyala. Ia akan selalu terbangun jika lampu dinyalakan.
Tapi sekarang dia benar-benar babi mati.
Mungkin karena berpindah kamar tidur istrinya menjadi baik, pikir Rex.
Di nakas ia melihat Laptop yang sudah agak tua dipenuhi stiker berbagai karakter Hero juga.
Melihat itu, Rex agak curiga laptop itu milik laki-laki.
Hanya saja Rexford tidak tahu, sebenarnya Laptop itu satu-satunya harta Aideen yang selamat dari ledakan yang terjadi di apartmentnya. Beruntung Laptopnya sedang diperbaiki.
Jarak antara kematian Aideen dan jiwanya masuk ke tubuh Enofno sekitar satu tahun lebih. Setelah perjuangan panjang, dan berbagai kata-kata manis Laptopnya bisa diambil tanpa surat terima.
Mungkin juga karena pemilik tempat Aideen memperbaiki Laptopnya cemas karena selama setahun tidak ada yang mengambil kembali.
Lalu, Rex juga melihat tata letak kamar itu sepertinya disesuaikan dengan preferensinya sendiri.
Ada meja didinding yang penuh dengan tumpukan kertas. Rex mendekat dan terkejut melihat sejumlah laporan keuangan, bahkan laporan keuangan perusahan milik keluarganya juga ada, yang dianalisis sendiri. Tulisan di kertas-kertas itu seperti ditulis sangat cepat. Rex curiga ditulis dokter.
Lalu ketika ia berjalan ke lemari, hanya ada dua jenis pakaian didalamnya, Baju kaos dan pakaian dalam. Ada bikini dengan berbagai bentuk dan warna, bra dan celana pendek untuk olah raga, dan pakaian dalam biasa.
Rex pada awalnya tidak berniat untuk bercinta dengan istrinya, tapi siapa yang tahu, setelah ia keluar dari Wall-in-closet ia melihat posisi tidur Enofno yang menaikan birahinya.
Selimut yang tadi menutupinya sudah terlempar kelantai, dia tidur setengah menelungkup setengah miring, pantatnya yang bulat mencuat sedikit terangkat seperti sengaja mengundang, baju kaos yang ia pakai sudah tertarik keatas sehingga membuat payudaranya yang putih lembut dan besar mengintip keluar.
Rex tidak pernah berpikir ia akan bercinta dengan istrinya yang sedang tertidur. Karena ia sudah berusaha keras membangunkan wanita itu sambil menahan keinginannya yang membengkak.
Bahkan ketika wanita itu akhirnya terbangun, ia sangat keras kepala dan tidak mau patuh, berteriak-teriak dan mengumpat, dan bergerak acak yang membangunkan binatang buas dalam dirinya.
Binatang buas yang mencoba menaklukkan mangsa yang tersudut namun keras kepala dan sombong tidak mau patuh.
Hal yang paling membuat Rexford terkejut ketika mereka berpapasan di Gym pagi ini, saat istrinya baru saja selesai berolah raga, dia benar-benar mengabaikannya seakan mereka sama sekali tidak bercinta dengan intens malam sebelumnya.
-
Alis Rexford Howen berkerut samar melihat sarapan yang tersedia dimeja makan hanya untuk satu orang.
"Kenapa hanya satu?" tanya Rexford, ia tahu perlakukan pelayan kepada istrinya tidak hormat, tapi ia tidak menyangka akan sampai ketitik dimana ia tidak bisa makan bersamanya.
"Itu Tuan..." Kepala pelayan dapur yang biasa dipanggil Parrot oleh Aideen ragu-ragu melaporkan "Nyonya, dia biasanya sarapan di balkon pada jam delapan. Makan siang jam dua belas dikirim ke kamarnya, makan malam di paviliun kanan pada jam delapan bersama Ao, Bo, Dan, Na"
"Siapa Ao, Bo Na?" tanya Rexford lagi.
"Peliharan Nyonya. Ao anjing besar Ras Siberian Husky yang dikirim temannya Wolf, Bo anjing Ras Golden Retriever yang dikirim Sky, Dan adalah Kucing Persia kiriman Lord Snow, dan Na adalah anjing Ras pomerania yang dikirim Dokter Dolby" jelas pelayan itu.
Tentu saja semua pelayan harus ingat nama peliharaan Nyonya mereka. Karena Nyonya mereka yang memberi nama secara acak akan sering lupa nama peliharaannya dan lupa siapa yang mengirimkannya. Dan akan sering bertanya secara acak ketika ia mengobrol dengan temannya melalui telepon. Tidak tahu apa dia disengaja atau tidak, tapi Nyonya memang sering lupa nama orang lain.
Sekarang ataupun dimasa lalu, Nyonya tidak pernah ingat nama mereka. Jika dahulu ia hanya mengatakan 'Kamu', menyatakan perintah dan tidak pernah sekalipun memangil nama mereka.
Merupakan kemajuan besar sekarang Nyonya mereka memberi nama panggilan, dan delapan puluh persen belum lupa, seperti supir pribadinya yang dipanggil Johnson, tukang kebun besar berkumis panjang yang dipanggil Papaya, dan kepala pelayan, Hugo.
"Kenapa nama teman-temannya sangat aneh?" gumam Rexford lebih kepada dirinya sendiri.
"Nyonya berkata ia lupa nama asli mereka"
Sudut mulut Rex agak berkedut. Ia melambaikan tangannya.