Serigala Besar

714 Words
Aideen tidak tahu kapan tepatnya Rex selesai, yang ia tahu tubuhnya lelah dan tertidur dalam kelelahan dan frustasi. Setelah itu ia mulai bermimpi potongan-potongan kehidupan Enofno, mimpi itu dimulai dengan sebuah tangan putih kecil yang mencoba menggapai tangan seorang wanita. Aideen ingat ia telah pergi menjelajahi ingatan masa lalu enofno, pada usia empat tahun ia di tinggalkan orang ibunya di pasar. "Pergi! Jangan ikuti aku! Gadis celaka! Pergi ke ayahmu yang b******k! Tidak! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi." wanita itu berteriak kejam padanya, tidak peduli bagaimana ia menangis dan memohon, dia tetap di tinggalkan sendirian dengan begitu kejam dan tanpa ampun. Lalu mimpi itu berpindah lagi ketika Enofno yang kelaparan di jalanan, dia diambil sebuah keluarga, tapi tidak berselang dua bulan, keluarga itu pindah dan Enofno ditinggalkan sekali lagi. "Kita tidak bisa membawanya, lihat betapa merepotkan semua barang-barang ini." kata istri pemilik rumah. Lalu ia hampir mati kelaparan di rumah keluarga itu, lalu entah bagaimana ia akhirnya dibawa kelembagaan oleh pihak kepolisan. Selama setahun tidak ada yang mau mengadopsinya. Beberapa kali ia akan di adopsi, tapi tidak tahu apa yang terjadi, mereka memutuskan untuk membatalkan adopsinya. Ia diganggu anak-anak lain di lembaga. Ia sangat berharap seseorang mengeluarkannya dari sana, dari tempat kejam dan tak kenal ampun menyiksa tubuh kecilnya. Lalu ia diadopsi untuk dijadikan pemancing bayi, pada awalnya pasangan itu memperlakukannya dengan baik, tapi ketika pasangan itu memiliki anak sendiri, dia dibuang begitu saja. Pada akhirnya Enofno diadopsi keluarga River. River cukup memperlakukan dengan baik, Enofno dilatih keluarga River untuk menjadi istri masa depan berkualitas, yang tidak Enofno tahu mereka hanya melatihnya untuk mereka gunakan untuk keuntungan mereka di kemudian hari. Sebenarnya, Enofno lebih sering dijadikan foil untuk membuat anak perempuan kandung River nampak segalanya lebih tinggi. Apa yang dilakukan anak perempuan River, Enofno akan selalu diikut sertakan agar anak kandung River nampak lebih baik darinya. Ketika Enofno punya pacar, mereka akan meniggalkan Enofno dan tidak tahu bagaimana mantan pacarnya berakhir bersama saudara angkatnya itu. Pada awalnya, Rexford Howen akan dinikahkan dengan anak perempuan itu, tapi karena mendapatkan calon suami yang dianggap lebih baik dari keluarga Howen, jadilah Enofno menggantikannya untuk menikah. Hari-harinya setelah menikah tidak juga berjalan dengan lancar. Ketikan Aideen bangun keesokan harinya ia penuh dengan keringat, baju kaosnya yang sudah kusut basah kuyup oleh keringatnya. - Rexford Howen merasa istrinya berbeda. Tapi ia sama sekali tidak tahu dimana tepatnya perbedaan itu. Ia masih tertutup seperti biasa dan tidak banyak bicara, tapi dia berbeda. Mungkin perbedaannya berada pada matanya. Mata hitamnya yang biasa nampak memiliki sejumlah emosi yang sulit diurai, digantikan mata cuek dan acuh tak acuh. Ketika Rexford Howen pulang larut malam kemarin, ia tidak menemukan Enofno di kamar mereka, ia pikir wanita itu lupa waktu lagi saat bermain dengan teman-temannya. Saat tengah malam, karena merasa haus Rexford Howen pergi ke dapur dan bertanya pada pelayan yang masih bangun. "Itu Tuan, Nyonya sudah pindah kelantai tiga," jelas si pelayan. Rexford Howen mengerutkan kening "Sejak kapan?" Tanyanya. "Dua bulan yang lalu..." pelayan itu ragu-ragu akan mengatakan atau tidak. "Berbicara saja apa yang ingin kau katakan," ujar Rexford Howen melihat pelayan itu ragu-ragu. "Nyonya pindah setelah gosip itu, di TV." Takut Tuannya karena ia bergosip, pelayan itu menambahkan. "Kemarin Nyonya memancing salah satu Koi di kolam." Rex hampir menyemburkan air yang masuk ke mulutnya. "Juga Nyonya memecahkan porselen Dinasti Yang dilantai dua." Rex benar-benar menyemburkan seluruh air yang tersisa di mulutnya. - Pada hari Aideen menempati tubuh Enofno, sebenarnya ia penuh dengan ketidakpuasan. Tubuh wanita itu sangat lemah dan lembut, yang mungkin bisa dipatahkan dengan sekali tepukan. Aideen yang punya kebiasaan buruk, menabrak tepi pintu, terbentur sudut meja dan bahkan bersalaman dengan tangga sudah menyebabkan sejumlah goresan pada tubuh itu. "Nyonya, Hati-ha... " pelayan kecil itu belum selesai menyelesaikan kalimatnya, tapi sejumlah benda sudah mencium permukaan lantai yang keras sehingga ada yang pecah, rusak dan sumbing. Hanya pelayan kecil itu satu-satunya yang akan bicara baik dan melayani Aideen dengan penuh tanggungjawab. "Ah, kamu bersihkan dan masukkan tempat sampah."kata Aideen. Apa yang perlu di permasalahkan? Hanya beberapa benda tidak penting. Pikir Aideen. Mendengar ucapan Nyonyanya, pelayan kecil itu ketakutan, tidak tahukah nyonya bahwa benda yang baru saja ia rusak adalah cangkir porselen dari dinasti sebelumnya. Yang sangat dicintai dan dihargai Tuan mereka. "Nyonya, itu... " "Lalukan sesukamu." katanya dengan santai kembali ke kamarnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD