Part 82

1383 Words

"Biarkan kami ikut ya," pinta Zea. Ana pun menghela napas, lalu dia berkata, "Nggak usah Zea, yakinlah kalau aku bisa melewati semua rintangan yang ada dan kalian cukup doakan aku biar tidak terjadi sesuatu." "Aku cuma takut kalau tadi antara kita ada yang kenapa-napa." Zea Sudah mengatakannya berkali-kali dan Ana pun sudah mendengarnya, tapi firasat buruknya tidak bisa menutup rasa khawatirnya. Dapat dilihat dari tatapan wajah Zea yang begitu tulus dalam arti pertemanan. Dia benar-benar takut untuk melakukan sesuatu yang begitu memiliki resiko tinggi, tapi kenyataan berkata lain bahwa mereka butuh jalan keluar. Begitupun pada diri Amel, apalagi dia juga merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya. Jauh dari kata sempurna dan yang ada malah merepotkan saja, itulah yang ada dipikir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD