"Kalau gila maka aku nggak akan sampai di sini kali," kata Zea lalu menahan tawa. Kali ini dia memang sengaja untuk tidak tertawa lagi karena takut jika Amel akan semakin marah. Dia sadar diri bahwa karena dirinya malah terjadi kesalahpahaman. Sekali-kali membuat marah temannya tidak masalah, tapi kalau berkali-kali maka angkat tangan saja. Rasanya tidak kuat jika melakukan sesuatu yang berada di luar nalar manusia. Agak tidak masuk akal ketika kesabaran seseorang malah dijadikan sebagai ujian. Padahal tidak semua orang bisa melewati ujian tersebut. "Nggak usah banyak omong deh, aku capek kalau disuruh sabar," ujar Amel. Raut wajahnya terlihat lesu karena terlalu banyak pikiran. Bukan pikiran karena banyak masalah, tapi karena heran terhadap dirinya sendiri yang mudah terpancing emos

