Bab 20: Ajakan Zeil

1102 Words

"Kenapa kamu liatin aku terus?" Raffa menegakkan punggungnya, menatap tajam ke arah Mira yang terdiam menatapnya. Ponselnya masih menggantung di tangan, jadwal praktik hari itu terpampang di layar. Mira tersentak dari lamunannya, matanya berkilat sejenak. "Hmm... Gak apa-apa, Dokter," jawabnya dengan senyum tipis, tapi ada sesuatu di balik senyum itu yang membuat Raffa tidak tenang. "Habiskan sarapan kamu," perintah Raffa, pandangannya singgah ke piring Mira yang masih setengah penuh. "Sudah, Dokter," sahut Mira singkat, tapi tatapannya kembali menempel ke wajah Raffa, seolah mencari jawaban di balik masker medis yang selalu dikenakannya. Raffa mendesah pelan. "Jadi?" tanyanya, berusaha memecahkan kebisuan di antara mereka. Mira menghela napas panjang. "Di rumah seperti ini, Dokter ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD