Bab 19: Luka Mira

1104 Words

Arvan memandangi uang yang berserakan di lantai dengan mata penuh keterkejutan. Keheningan menelan ruang tamu mereka yang terasa semakin mencekam. Kali ini, hanya ada keheningan yang menyesakkan. "Mira, aku... aku tidak bermaksud seperti itu," Arvan mencoba menjelaskan, suaranya bergetar. "Aku hanya ingin memastikan semua ini adil. Aku..." "Adil?" potong Mira, nadanya tajam. "Apa yang adil dari memanfaatkan istri sendiri untuk kepentingan orang lain? Apa yang adil dari membuatku merasa seperti aku ini tidak lebih dari sekadar alat?" Mata Arvan melembut, namun Mira tidak terpengaruh. "Kamu tahu betapa pentingnya Eve bagiku." Mira tersenyum sinis, "Ya, saking pentingnya hingga Kakak tidak pernah memikirkan perasaanku!" Arvan mendekat mencoba meraih tangan Mira, Namun Mira menarik tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD