bc

My Perfect Boy

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
HE
drama
small town
childhood crush
like
intro-logo
Blurb

Tiga kata: Ketenaran, Fans dan Uang tanpa tiga hal itu Vannesa hanya gadis dari anak pengusaha restoran seafood mewah. Namun dengan sikap angkuhnya itu menimbulkan masalah dalam hidupnya, kehilangan semuanya membuat Vannesa meninggalkan kota Metropolitan dan kembali pada pesisir pantai tempat ia dibesarkan, terbiasa dikelilingi oleh pria mapan, kini ia menghabiskan sebagian waktunya dengan seorang nelayan biasa. Hidup sederhana dengan nelayan tampan dan menyisir bibir pantai setiap hari membuatnya sadar akan besarnya lautan sudah merekam kebahagiaan antar Vanessa dan Nelayan itu.

chap-preview
Free preview
Satu - Deru Ombak.
Tiga kata yang selalu mengelilingiku. Ketenaran, Fans dan Uang. Setiap hari aku harus mengikuti jadwal pemotretan iklan produk-produk dengan parasku yang cantik ini, walaupun sebenarnya aku tidak pernah menggunakan produk-produk murah tersebut, dan mungkin saja aku tidak cocok atau bahkan alergi dengan produk itu. "Aurel, aku istirahat dulu ya. Be Right Back, muah." Aku menutup telfon dengan Aurel, manajer sekaligus teman baikku. Aku melangkah cepat dengan membawa tas kecilku menuju luar studio, mencari tempat terpencil dan tenang jauh dari hiruk-piruk studio iklan. Aku melihat tempat disudut komplek ini dengan satu bangku kecil yang sudah rapuh, sengaja aku memilih tempat diujung ini karena aku tidak ingin seorang pun melihatku merokok! Bagaimana bisa seorang supermodel dan selebgram sepertiku terkenal ketahuan merokok, habis sudah citra aku ini. Aku menyalakan rokokku dan mulai menghirup perlahan nikotin dan tembakau yang mengalir menaiki hidungku sambil ku buka ponsel pribadiku menatap foto lawas antar aku, ayah dan bunda di rumah pesisir pantai kecil kami. Ya, dahulu kami tinggal di pesisir pantai, tempat ayah dan aku dibesarkan oleh kakek dan nenek yang merupakan seorang nelayan, namun setelah ayah lulus dari kuliahnya, ia memutuskan membuka restoran seafood di kota besar ini, bisnisnya terus berkembang hingga memiliki 20 cabang di negara ini, namun sayang ibu tidak bersama kami melihat bisnis restoran ayah yang sukses dan anak yang menjadi supermodel. Aku mematikan ponselku selaras mendengar suara langkah kaki yang mendekat, ku matikan rokokku dan bersiap untuk berdiri, aku takut itu partner bisnisku, suara langkahnya semakin dekat dan semakin dekat hingga-- "Eh, Sebastian. Kirain siapa" ucapku "Kamu kira siapa memangnya sayang?" balas Sebastian sambil memainkan rambutku "Aku kira partner loh, habisnya kamu mengendap-ngendap banget" ujarku sambil kembali duduk di kursi tersebut dan mengeluarkan pemantik dari tasku. Sebastian spontan mengambil pemantik dari genggamanku, ia tersenyum sambil menyimpannya pada saku celananya. "Bas, waktu aku bentar doang lho! Siniin!" paksaku sambil berdiri menghampirinya "No Smoking, Babe. Kamu bisa dapetin yang lebih-- apa ya sebutannya, nikmat?" Ucapnya sambil menatapku penuh maksud. Harus diakui Sebastian adalah pria idaman semua wanita, ia tinggi, badannya kekar, tubuhnya bersih dan wangi, wajahnya tampan dengan matanya yang coklat terang. Wajahnya makin mendekat dengan wajahku, aku bisa mendengar hembusan nafasnya dan ya betul, akhirnya kami berciuman. Aku memegang belakang lehernya sambil merasakan bibir kami yang saling bersentuhan. KRINGG!!! Kami berhenti sejenak, aku mengambil ponselku dan melihat nama Aurel pada layar telfon sedang menelfonku. "Aurel, sebentar ya, aku harus angkat ini" ucapku "Kamu angkat aja, tapi aku tidak akan berhenti" jawabannya yang membuatku sedikit melongo, Sebastian masih terus menciumi wajahku, belakang telingaku dan leherku, tubuhku bergejolak, tapi aku harus mengangkat telefon ini. "Halo gimana Rel?" "Ini shootingnya lima menit lagi mau mulai, cepet kesini, produsernya udah marah!" ucap Aurel dengan nada bisik-bisik sementara Sebastian masih menyiumiku. "Oke, aku kesitu sekarang" balasku sambil menutup telfonnya. Sebastian kembali melumat bibirku dengan lembut, aku menghentikannya dengan paksa. "Okay, udah cukup Bas, aku harus pergi, thank you" ucapku sambil mengecup keningnya dan meninggalkannya. Jika kamu bertanya apakah aku merasa bersalah melakukan ini, meninggalkan Sebastian setelah kami berciuman? Aku akan jawab tidak sama sekali, karena Sebastian adalah fans nomor satu ku, ia rela melakukan apapun demi aku, dan hal ini merupakan hal yang biasa saja, tidak menyakitkan sama sekali. Setelah bergaya selama enam jam akhirnya aku dan Aurel meninggalkan studio tempat iklan tersebut, kami mampir ke salah satu restoran seafood milik ayahku untuk makan malam. Aku jalan bersama Aurel dan Natalie yany merupakan salah satu sahabatku juga. Kami duduk diarea rooftoop untuk menikmati angin malam dan citylight kota ini yang indah. Aurel duduk didepanku, ia menatapku tajam, kulirik dan terlihat matanya yang bulat bersinar seperti sedang meminta sesuatu. "Kenapa sih, Rel?" tanyaku "Aku lihat kamu datang sama cowok waktu selesai istirahat, dan dia itu sepertinya bukan bagian dari studio, itu--" ia berhenti "Wow, siapa lagi tuh?" goda Natalie "Dia Sebastian, emm dia itu kenalanku" jawabku sedikit gagap, dan ini sebuah fakta aku dan Sebastian tidak berpacaran. "Kalau bukan pacar kamu, kenalin dong. Dia tipe aku banget loh" aku menatap wajah Aurel lalu tertawa pelan. "Woww, aku gak ikut shooting dan sekarang kamu tertarik sama cowok itu? Coba deskripsiin Sebastian itu. Dengan jelas! Aku penasaran" ucap Natalie sambil menaikan satu alisnya "Aku masih ingat, dia tinggi mungkin sekitar 185 cm, walaupun dia pakai kemeja hitam, aku bisa lihat dia itu kekar, rambutnya klimis gitu, pokoknya penampilan dia ready for date" jawab Aurel, aku hanya terdiam sambil memainkan ponselku "Kalian harus tau Sebastian is a good kisser." ucapku dalam hati. Mereka berdua sangat menikmati obrolan mengenai Sebastian ini, mulai dari obrolan santai hingga fantasi yang muncul, hingga aku muak mendengarnya. "Okay, okay! Next time, kita dinner bareng ya. Aku ajak Sebastian" "Thank you, Vanesa!" ucap Aurel kegirangan. Kalau kamu bertanya apakah aku akan merasa kehilangan jika mengenalkan Sebastian kepada Aurel? Jawabanku tentu tidak, masih ada Gabriel, Brian, Jason dan Felix oh ada Reymond juga dan Vasko. Aku bilang apa, aku ini supermodel dengan paras dan tubuh yang cantik, aku tidak pernah ditinggalkan oleh pria manapun.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Pernikahan Rahasia sang CEO: Menyerah pada Cinta yang Menggila

read
1.0K
bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Keyra, Gadis Kecil Kesayangan Om Dirga

read
213.7K
bc

Tentang Cinta Kita

read
231.5K
bc

Satu Atap Tanpa Cinta

read
28.8K
bc

Sentuh Aku, Daddy!

read
176.0K
bc

Demo Dulu, Jatuh Cinta Kemudian

read
12.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook