117

1051 Words

Malam romantis kami berlangsung penuh makna dan susahnya pagi menyambut dan membuat diriku seakan berada dalam suasana baru yang lebih menyenangkan dan penuh cinta. Aku sangat bahagia. "Apa kau sudah bangun?" tanya Mas Adrian yang berbaring di sisiku dan memandang wajah ini dengan lekat. Dia membelaiku, menyingkap anak rambut yang menutupi mata ini. "Ya, aku sudah bangun sejak tadi, mandi dan sholat subuh kemudian berbaring lagi di sisimu." "Aku senang karena sekarang sudah ada pendamping yang menghangatkan tidurku," ucapnya. Jarak antara wajahku dan wajahnya hanya beberapa senti saja. "Senang juga memilikimu sebagai suami." Sekali lagi ia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mendaratkan sebuah kecupan yang hampir saja menempel sebelum tiba-tiba anak-anak mengetuk pintu. Tok tok.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD