Seperti yang kau katakan kalau aku sedang pusing, kepusingan itu membuatku bingung tentang apa yang akan aku lakukan di akhir pekan dan bagaimana aku meredakan semua beban pikiran yang terus berputar di benak ini. (Apa tawaranmu yang kemarin masih berlaku?) (Iya, Apa kau mau pergi ke pesta itu?) Dokter Okan segera membalasku. (Ya, kurasa aku harus turut serta memberikan ucapan selamat kepada dokter Widi mari pergi ke acara itu sebagai teman.) (Tentu, bangga menggandeng dirimu sebagai teman.) (Baiklah jemput aku nanti malam, Dok.) (Tentu, bersiaplah jam delapan nanti.) * Seperti yang dijanjikan pria itu datang menjemputku dengan mobil Alphard mewah. Mobilnya membunyikan klakson di depan rumah sementara aku yang sudah bersiap langsung berpamitan kepada ayah dan ibuku. "Mau pergi d

