89

1154 Words

Selagi ia berteriak dan berdiri tegang sambil mencengkeram kedua tangannya, Dinda yang menyadari semua itu langsung datang dan menghampiri lelaki itu. "Mas, ada apa? Ga enak sama tamu lho Mas." Dia mendekat dan berbisik manja ke telinga Mas Widi, ia melirikku dengan ekor mata seolah aku akan meraung raung melihat dia bermesraan dengan hasil rampasan. "Ah, maaf, aku di luar kendali." Diperingatkan seperti itu membuat bapaknya anak anak langsung menurunkan emosi dan segera mendesahkan napasnya. Dia minta maaf pada Dinda sambil merangkul pinggang wanita itu. Seperti yang aku bilang, aku tidak lagi cemburu, tapi, melihat pemandangan seperti itu membuat bola mata ini memanas. Aku ingin menangis untuk alasan yang tidak kuinginkan, aku tidak lagi mencintai atau mendambakannya tapi kenapa a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD