58

1314 Words

* Sore hari. Suamiku kembali dari tempat kerjanya pukul setengah lima sore. Tumben sekali karena hari ini dia terlambat. Biasanya di hari Jumat sore dia pasti pulang lebih cepat untuk pergi bermain tenis dengan teman-temannya. Termasuk bermain dengan Dokter Okan yang pernah memberinya pengaruh buruk. "Tumben Jumat ini kau terlambat?" "Aku..." Kalau gitu nampak ragu tapi kemudian saat ia telah selesai melepas jasnya dan menggantungnya, dia datang ke hadapanku. "Dinda menungguku sampai jam kerja berakhir, jadi setelah pulang tadi aku dan dia pergi makan. Apa Kau keberatan?" Hahaha, meski aku bilang tidak, tetap saja dia tahu persis kalau aku tidak senang. Kurasa tidak ada artinya membatasi interaksi mereka berdua, karena semakin aku mengekang, mereka akan terus punya cara untuk berj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD