"Sudah berapa banyak kau menghabiskan uang perusahaan di bawah kepemimpinanmu, kami terus mengawasi pergerakan dan keputusanmu meski kami tidak punya hak. Kami adalah keluargamu dan kami tidak ingin melihatmu menghancurkan perusahaan yang dibangun ayah ibumu dengan susah payah!" Itu adalah ucapan keluargaku saat akhirnya mereka tahu kalau aku merugi akibat perbuatan mas Widi yang lalai. Aku dipanggil dan disidang di rumah kakekku, diomeli dan dipermalukan di depan keluarga dan sepupuku, di hadapan cucu cucu dari kakekku. Ya, aku merugi, aku nyaris pailit, aku harus mengganti enam miliar ke kantor polisi, ditambah aku merugi karena klinik yang menghabiskan biaya milyaran rupiah itu harus ditutup bahkan sebelum beberapa bulan beroperasi. Yayasan yang kudirikan untuk memberikan layanan ke

