26-Tanpa Hadirnya

1571 Words

“Zahya. Zahya.” Guncangan pelan membuat tidurku terganggu. Aku membuka mata, yang terlihat adalah wajah Kak Scarla yang sedikit buram itu. Aku memijit pelipisku pelan. Tubuhku rasanya lemas. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku tahu kalau aku terlalu lelah. Lelah berpikir. “Kamu sakit, Sayang?” Aku berusaha bangun, tapi kepalaku terasa berat. Kak Scarla mendorong pundakku pelan agar aku kembali berbaring. “Kakak bawain makanan sama obat, ya. Kamu jangan banyak gerak.” Tak lama sisi ranjangku bergerak, dan terdengar pintu tertutup. Aku memijit pelipisku. Ternyata berpikir keras bisa membuat orang menjadi sakit. Aku tahu ini akibat aku yang tidak memperhatikan pola makan di saat aku banyak pikiran. Akibatnya, tubuhku lemas tak bertenaga. Ceklek! Terdengar pintu terbuka. Aku membuka mata d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD