“Apa ini? Kamu mau buat perjanjian?” “Memang kenapa? Bukannya aku sudah pernah bilang? Mas setuju.” “Kamu akan...” Fierly menggelengkan kepalanya dengan meletakkan kertas diatas meja “Apa nggak ada cara lain?” “Hanya ini satu-satunya.” “Aku membeli rumah, apa nggak bisa menjadi bukti jika memilih kamu daripada dia?” Gina mengangkat bahunya “Mas yang bisa jawab itu bukan aku.” “Kamu mau mempermalukan suami? Apa begini caranya?” “Mas kasih tahu caranya? Apa kita pernah bicara secara dalam? Mas lebih memilih meninggalkan kami berdua di rumah kontrakan atau orang tua. Mas sibuk dengan urusan dan banyak sekali alasan, padahal nggak ada kegiatan sama sekali. Memang mas kemana? Memuaskan Nadia atau mas sendiri?” Gina berkata tanpa melepaskan tatapan tajam kearah Fierly yang langsung ter

