“Puas?!” Gina mengangkat alisnya menatap Fierly, kertas diletakkan disamping ranjang. Melihat apa yang diletakkan seketika paham atas apa yang dikatakan, mencoba tidak peduli dengan mengambil kertas tersebut dan langsung melihat tanda tangan Fierly juga salah satu orang tuanya. Gina jika boleh jujur tidak ingin melibatkan orang tua dalam permasalahan mereka, tapi sayangnya semua itu tidak terjadi. “Kamu sudah membuat orang tuaku terlibat dalam masalah rumah tangga kita,” ucap Fierly dengan penuh kekesalan. “Jangan menyalahkan orang lain, lebih baik instropksi saja.” Gina beranjak dan meletakkan surat perjanjian di tempat yang aman, nanti akan menyimpan di tempat yang benar-benar aman. “Apa kamu nggak memberikan kesempatan kedua?” “Bagaimana dengan Nadia? Hubungan kalian sangat dalam

