Setelah beberapa hari kembali ke Jakarta, Alian harus kembali melakukan penerbangan. Kini ia harus berangkat ke Bangkok untuk menjalankan tugasnya beberapa hari ke depan. Alian membuka matanya saat mendengar suara alarm dari ponselnya. Alian melirik istrinya yang sedang meringkuk di dekapannya. Semenjak pulang dari bandung, Ily tak pernah tidur dikamar pribadinya lagi. Walaupun setiap malam ia selalu mengingatkan Alian agar tak menyentuhnya saat ia tidur, tetap saja saat bangun selalu Ily yang memeluknya. Walaupun sebenarnya tak jarang juga Alian ikut memeluknya. Alian tersenyum melihat wajah polos istrinya saat sedang tertidur. Dielusnya pipi mulus nan chubby milik istrinya itu. Difikir-fikir sikap Ily belakangan ini berubah. Apakah ia mulai menerima Alian? Atau bahkan mencintainya? Alia

