Chapter 8

2035 Words

Ily melihat suasana sekitar rumah Alian yang dekat dengan perbukitan dan kebun teh. Pemandangan dihadapannya hampir semuanya berwarna hijau. “Pasti kakak jarang liat pemandangan kayak gini kan?” Tanya Nayla yang tiba-tiba datang menghampiri Ily dan duduk disamping Ily yang sedang duduk disebuah bangku dihalaman rumah Alian. “Iya nih, kalau di Jakarta liatnya macet muluk,” balas Ily sembari terkekeh yang membuat Nayla ikut terkekeh. Ily terdiam sejenak memikirkan sesuatu. “Nay,” panggil Ily yang membuat Nayla menoleh padanya.  “Sebenarnya Alian itu kerja apa sih?” Tanya Ily yang membuat Nayla mengerinyitkan dahinya. Tapi sesaat kemudian Nayla tersadar. Ia sudah pernah membicarakan ini sebelumnya dengan Alian. “Bang Alian pasti udah pernah kasih tau ke kakak kan? Pokoknya pekerjaan bang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD