Ketakutan

1157 Words

"Yena!" Orion yang baru saja membuka mata, langsung memekik kaget sembari melompat dari tempat tidur. "Kamu ngapain di sini?" tanyanya kemudian. Napasnya terengah, masih terlalu terkejut dengan kehadiran perempuan itu di kamarnya. Bahkan, di ranjang yang sama. Berarti yang sedari tadi menyentuh dan menghadiahkan kecupan-kecupan kecil di wajahnya adalah Yena? Benar-benar tidak tahu malu. Setelah mengucap sumpah pun Yena masih berani mengusiknya. Jika sampai Nao atau papa mertuanya melihat, mereka tidak akan memberi pengampunan. Terlebih ini kesempatan terakhir Orion untuk mempertahankan rumah tangganya. "Kenapa, Kak? Takut?" Orion mencengkeram pergelangan tangan Yena, kemudian menyeret perempuan itu keluar dari kamar. Kali ini Yena sudah melewati batas. Orion sudah memintanya pergi deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD