Benar-benar pergi

1389 Words

"Al, bangun dong. Udah siang! Begadang lagi, ya, semalam? Kakak bilang enggak usah kerja. Nakal banget jadi anak." Alfa masih enggan membuka mata, memilih membalik tubuh, lalu menutup kepalanya dengan bantal agar omelan Nao tak begitu terdengar. Ia baru tidur dua jam dan sudah dibangunkan lagi. Menjengkelkan sekali. "Kalau dalam lima menit kamu enggak bangun, uang jajan kamu Kakak potong." Pemuda itu langsung bangkit dari tidurnya, kemudian menatap kakak iparnya dengan wajah memelas. "Kak, masih ngantuk." Nao menggeleng. Perempuan itu menarik tangan adik iparnya, kemudian mendorong Alfa masuk ke kamar mandi. Jika dibiarkan tidur sebentar lagi, anak itu bisa terlambat ke sekolah dan berakhir mendapat hukuman. "Buruan mandinya. Kakak tunggu di bawah buat sarapan." Usai berujar demikian,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD