"Mama." Ami membungkuk, lalu menghadiahkan kecupan singkat di dahi Alfa begitu anak itu membuka mata. Setelah mendapat kabar kalau Alfa jatuh sakit, ia langsung meminta izin pulang lebih dulu pada sang suami. Perasaannya tidak tenang meninggalkan Alfa dalam kondisi sakit. Sebesar itu rasa sayangnya. Apalagi, Ami dan sang suami memang tidak memiliki anak laki-laki. "Udah enakan, Nak? Maafin Mama, ya. Harusnya Mama enggak ikut Papa biar bisa jagain kamu." Alfa menggeleng. Ia jadi merasa bersalah karena membuat mamanya pulang lebih cepat. "Aku enggak apa-apa kok, Ma. Kata dokter cuma lambung aja. Mama kok malah pulang? Papa kasihan di sana sendiri." "Biarin aja. Papa kamu udah tua kok bisa urus dirinya sendiri. Mana tega Mama biarin anak Mama yang ganteng ini sakit sendirian." "Kan ada K

