"Sauna?" Seseorang memanggil Sauna dari arah berlawanan bagian kanan. Kedua manik mata Sauna membulat sempurna mendapati sosok pria yang pernah menjadi kekasihnya. "Kamu?" Pria itu tersenyum lega, saat dia mendapati respon Sauna mengenal dirinya. Itu adalah Lucky—pria yang pernah meninggalkan Sauna demi menikah dengan gadis lain. "Apa kabar, Sauna." Pria itu melirik ke arah kanan dan kirinya. Dia mencoba mencari teman Sauna, yang berada di pantai tempatnya berdiri. "Kamu sendiri?" "Ya? Apa pedulimu?" Sauna memilih kembali menatap kearah lautan yang ada di depan sana. Pandangannya tidak ingin terkontaminasi dengan cara lembut Lucky berkata, yang masih sama seperti dulu mengisi hari-harinya. Lucky tersenyum. "Kamu masih sakit hati denganku, Sauna?" "Apa itu penting?" "Hemmm ... ya, n

