Perasaan Yang Membaik

1231 Words

Sore kini menjemput malamnya dan menandakan waktu telah berlalu. Dalam kamar yang diterangi oleh lampu temaram, Horizon tetap berada di samping Sauna selama wanita itu tertidur dengan lelap. Seperti, orang yang tidak pernah tidur saja. Sauna sangat terlelap Memang terkadang sesekali ia terbangun tanpa alasan jelas, tetapi kembali tertidur dengan nyenyak. Horizon memang sengaja untuk tidak membangunkan Sauna, seperti yang diinginkan oleh wanita itu. "Permisi, Pak." "Ssstttt," ucap Horizon refleks, dan menghentikan langkah dari kedua kaki Xelo. "Suaramu itu, bisa membangunkannya, Xel." Sejak tadi, Xelo memang memperhatikan Horizon yang tidak berpindah tempat untuk mengawasi Sauna yang sedang tertidur. Padahal, Horizon juga merasa kantuk yang luar biasa dari beberapa waktu tadi Xelo lih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD