"Apa kamu sudah siap, Sauna?" Horizon yang sejak tadi Telah Menanti kedatangan sang istri di depan tempat mereka menginap, ini berinisiatif untuk masuk ke dalam kamar menemui Sauna yang kini sedang mengikat surai rambut panjangnya. "Sudah sayang. Kamu kamu yang membuatku harus melakukan ini semua dengan sulit." Horizon datang dan menghampiri Sauna yang berdiri di depan cermin rias dan memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Dia mengecup pundak Sauna yang tidak tertutupi oleh apa pun. "Lihatlah. Kamu ingin selalu menempel denganku, Hori." "Aku sangat menyukai harum tubuhmu dan juga kulitmu," jawabnya kini menatap sauna ke arah cermin dengan bersandarkan kepala diatas pundak Sauna. Sauna menggeleng kepala dan tersenyum manja. "Aku merasa kamu ini seperti bayi saja, Hori. Ayo, kita ma

