Horizon Marah

1317 Words

"Apa yang kau lakukan disini?!" Kedua manik mata perempuan itu bersama-sama menoleh. Sauna terlihat takut dari iris matanya yang membola sempurna mendapati kedatangan Horizon yang tiba-tiba. Tidak seberani pertama, July terlihat takut melihat manik mata nyalang milik Horizon, yang dilayangkan padanya. Tubuh itu gemetar, pun dengan manik mata yang terlihat tak bisa bergerak bebas seperti di awal. "Tidak apa-apa, Hori. Dia hanya datang menghampiri kita." Dengan cepat, Sauna berpindah langkah kaki untuk mendekati July. Dia tarik lengan wanita itu kemudian merangkulnya. "Benarkan, Ma?" Mendengar Sauna menyebutnya Mama, pias wajah July seperti orang yang melihat hantu saja ke arah anak tirinya. Bibir July seketika keluh. Kata-katanya seolah tercekat di tenggorokan. Iris hitam itu terlihat t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD