46. Kebimbangan dan Tanda Tanya

2136 Words

“Kenapa, Na? Dari tadi muka kamu kelihatannya lagi mikir mulu gitu.” Ayana yang tengah mengaduk adonan dengan pikirannya yang melayang entah kemana langsung disadarkan oleh suara ibunya. Wanita itu menoleh ke arah sang Ibu yang tengah sibuk mengaduk masakan di kitchen set, sementara Aya duduk di meja makan yang jaraknya tidak jauh dari tempat ibunya berada. “Eh? Nggak apa-apa kok, Bu. Memang Aya kelihatan kayak gitu?” Tanya Aya balik, tentu dengan menyelipkan segaris senyum di bibirnya. “Ada masalah apa? Ibu itu udah tahu kamu dari kamu lahir, Na. Masa lihat perubahan ekspresi anaknya aja nggak bisa?” Ibu menanggapinya dengan tenang, dengan nada lembut dan tidak menuntut. Apa yang ibu lakukan adalah ajakan untuk bercerita, bukan paksaan yang seolah ingin mengetahui urusan putrinya. Ay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD