“Kamu menghindari Aya akhir-akhir ini?” Rizal menuangkan air mineral ke dalam gelas kosong yang kemudian pria itu letakan di dekat Miura. Miura bergumam terima kasih, meski dirinya harus menahan napas karena perlakuan pria itu. Sederhana memang apa yang dilakukan Rizal, terkesan wajar juga, tapi Rizal jelas tidak pernah tahu efek apa yang sudah pria itu timbulkan pada Miura. “Menghindar gimana maksud, Mas? Aku…” “Kamu kalau diajak makan siang selalu nggak bisa, pun waktu Aya nawarin untuk pulang sama-sama, kamu pasti selalu menghindar. Apalagi sekarang, kamu udah tinggal di tempat kos, kesempatan untuk kalian ngabisin waktu sama-sama lebih kecil lagi.” “Bukannya itu memang hal yang wajar? Di mana anehnya? Semua pada akhirnya akan habisin waktu dengan kehidupan pribadi masing-masing, Ma

