Ada banyak hal yang terjadi selama setahun belakangan, tapi apapun itu beruntungnya bukan sesuatu yang bisa dibilang benar-benar serius. Semua kembali ke kehidupan masing-masing, sesuai jalur yang memang seharusnya. Aya bekerja di kedutaan dengan semangat dan rintangan barunya yang beragam. Miura, Vio dan Erni menjalani hari mereka juga dengan profesi yang mereka tekuni. Tidak di sangka memang, Miura bisa menjalani setahun terakhir dengan cukup mulus, lancar tanpa gangguan yang dikhawatirkan datang dari ayahnya. “Miura, semangat kerjanya.” Ucapan itu biasanya Miura terima ketika berpapasan dengan Rizal dalam beberapa kesempatan. Untungnya kesempatan itu tidak pernah berujung lebih yang bisa saja membuat posisi Miura kembali menjadi lebih sulit. Di saat seperti itu Miura hanya akan terse

