42. Kesalahan Sebenarnya

2279 Words

Rizal terkejut mendengar suara Miura yang bernada tinggi dan penuh peringatan itu ditujukan padanya. Pria itu menoleh ke arah gadis di sampingnya, mengabaikan sementara eksistensi pria paruh baya yang ada di hadapan mereka. “Mi—” “Aku nggak butuh bantuan Mas. Mas juga nggak punya kewajiban untuk bantu aku dalam situasi macam ini. Jangan terlibat terlalu jauh, aku mohon. Jadi Mas bisa tolong pergi sekarang?” “Jangan terlibat terlalu jauh? Saya nggak punya kewajiban untuk bantu kamu keluar dari situasi ini?” Rizal mendengus, terkekeh sarkas. “Kamu yakin bilang begitu? Gimana bisa saya yang ikut campur? Gimana saya nggak punya kewajiban untuk ikut campur di saat saya jelas-jelas kenal kamu dan kamu adalah sahabat dari istri saya sendiri?!” Pria paruh baya yang masih ada di sana, di antara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD