Chapter 51

1103 Words

Davika menuruni tangga pesawat. Kakinya berhenti sejenak dan matanya memandangi suasana bandara yang lumayan ramai. Dia mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Gadis itu tersenyum. Viko menyusul dan merangkul gadis itu. Tangan lainnya mengangkat sebuah ransel milik Davika. “Kamu hampir melupakan ini,” ucap Viko geli. “Ah, iya. Untung saja kamu mengambilnya. Maaf, aku terlalu semangat ingin cepat – cepat turun jadi aku melupakannya,” ucap gadis itu malu. Viko menuntunnya turun. Mereka segera mengambil koper mereka dan berjalan keluar bandara. Ketika sampai di luar, Davika memandang sekelilingnya. Rasa kecewa timbul di hatinya, tak ada siapa pun yang menunggunya. Padahal Davika sudah mengatakan pada Papa dan Mama-nya kalau dia akan pulang hari ini. “Vik, ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD