Langit malam kini terlihat cerah. Bintang – bintang bertaburan di atas sana. Di bagian timur, bulan purnama bersinar dengan terangnya. Angin malam yang bertiup pelan menggoyangkan dedaunan pohon mangga di taman rumah Davika Dua pasang kaki tengah bergelantungan di pagar tembok. Dua gadis sedang duduk di sana sembari menikmati purnama yang memancarkan sinar putihnya. “Bulannya indah sekali, ya?” gumam Davika. Sudut bibir gadis itu tertarik ke atas. Kasya menoleh lalu mengangguk sembari tersenyum. Dia menggoyangkan kakinya yang bergelantungan. “Sangaaat indah!” “Sudah berapa lama kita tak duduk bersama di sini?” “Sudah dua tahun, Dav. Masa kamu tidak mengingatnya. Ah, Davika sudah pikun,” ejek Kasya dengan nada bercanda. Davika terkekeh-kekeh lalu menyenggol pelan lengan Kasya. “Aku

