"Siapa yang bertamu malam-malam, Fania?" Suara seorang wanita dari dalam terdengar agak ketus. Wanita yang bernama Fania tadi menggeleng. Tak lama kemudian wanita yang berusia lebih muda dari Bu Ratih keluar dan menampakkan keterkejutan yang luar biasa melihat keberadaan Hanan juga ibunya. Sementara itu, Fania lebih memilih melangkah masuk, dan Bu Ratih memilih kembali ke mobil meski harus melangkah dengan tertatih. "Ada apa? Kenapa datang malam-malam membawa Arumi, Hanan? Fania belum bisa menerima Arumi," wajah wanita tersebut menampakkan kepanikan yang luar biasa. "Bu, Mama sakit. Sepertinya tekanan darah mama naik lagi. Harus di bawa ke rumah sakit, saya takut terjadi apa-apa, saya titip Arumi sementara disini," ucap Hanan dengan nada yang sedikit merendah. Wanita tersebut menggel

